Minggu, 23 April 2017

STATISTIK PENGUNJUNG :

Harga Gula Ditarget Turun Awal Juni

" Harga Gula Ditarget Turun Awal Juni "

 PALEMBANG-Pemerintah Menargetkan harga gula pasir putih dapat turun menjadi Rp 12.500 per kilogram pada awal Juni 2016 seiring tibanya musim giling dan operasi pasar yang dilakukan bersama BUMN.

Sekretasris Jendral Kementrian Perdagangan, Sri Agustina, mengatakan harga rata-rata gula nasional saat ini mencapai Rp 14.800 per kilogram yang berarti melonjak dari harga tahun lalu yang sebesar Rp 12.000 per kg.

“Awal Juni sepertinya harga bisa turun karena bakal ada empat sampai lima pabrik gula yang mulai giling pada bulan itu,”ujarnya di sela-sela peninjauan operasi pasar gula yang dilakukan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) di Palembang, sabtu (14/5)

Sri mengatakan lonjakan gula yang terjadi saat ini disebabkan musim giling pada tahun ini mundur dan perkiraan yang membuat pasokan jadi berkurang. “Musim giling ini mundur sekitar 2-3 minggu dari jadwal sehingga stok berkurang,”katanya.

Dia mengatakan pada saat ini stok gula di produsen hanya cukup untuk sebulan, yakni 220.000 ton. Sementara biasanya stok di gudang produsen itu bisa terjaga untuk kebutuhan selama 2-3 bulan.

Oleh karena itu, kata dia, bersamaan dengan menunggu musim giling tiba, pemerintah menugaskan BUMN, seperti PT PPI untuk melakukan operasi pasar gula Kristal putih.

Sri menilai operasi pasar merupakan langkah pemerintah untuk mengintervensi harga supaya tidak terus meningkat. Selain itu, Kemendag juga melibatkan koperasi untuk menjual gula murah di daerah perbatasan dan terpencil.

“Masyarakat di sana (daerah terpencil) juga harus menikmati barang yang sama dengan harga yang sama (dengan kota).”

Sementara itu, Direktur Pengembangan Bisnis PT PPI (Persero) Charles Sitorus, mengatakan pihaknya menggelar operasi pasar gula di berbagai daerah, salah satunya di Palembang.

“Kegiatan tersebut akan terus kami lakukan hingga jelang Lebaran nanti. Kita tahu pada saat puasa dang jelang Lebaran kebutuhan gula sangat tinggi,”ujarnya.

“Berdasarkan catatan Kemendag, permintaan terhadap bahan pokok termasuk gula bisa meningkat 15%-20% selama Ramadhan dibandingkan dengan kondisi normal. Adapun harga gula Kristal putih PPI untuk pulau Jawa dijual dengan kisaran harga Rp 11.500-Rp 12.000 per kg.

Sementara  itu harga di luar Jawa berkisar Rp 12.000-Rp 12.500 per kg, sedangkan harga gula rata-rata nasional saat ini sudah mencapai Rp 14.800 per kg.

Perseroan, paparnya, akan mendistribusikan 190.000 ton gula Kristal putih menghadapi puasa dan Lebaran, secara bertahap melalui seluruh jaringan perdagangan PPI.

“Jaringan PPI baik melalui distributor serta penyaluran melalui jaringan outlet atau took PPI sebanyak 6.000 outlet atau toko yang terbesar di seluruh Indonesia dan bersinergi dengan BUMN lain antara sucofindo, RNI dan Bulog,”katanya.

TIDAK IMPOR GKP

Dalam kesempatan yang sama, Kemendag juga menegaskan tidak akan melakukan impor gula kristal putih (GKP) untuk konsumsi masyarakat.

Sekretaris Jendral Kementrian Perdagangan, Sri Agustina, mengatakan pihaknya memilih menugaskan BUMN untuk bekerja sama dengan produsen yang mengelola gula mentah menjadi gula konsumsi.

“PT PPI itu bekerja sama dengan produsen di dalam negeri yang bisa memasok gula dan produsen yang biasa mengelola raw sugar menjadi gula konsumsi,” katanya saat meninjau operasi pasar gula di Palembang, Sabtu (14/5).

Dia mengemukakan langkah itu dinilai lebih efisien dan bernilai tambah ketimbang pemerintah mengimpor langsung gula Kristal putih.

“Memang raw sugar yang dikelola produsen itu ada impor tetapi nilai tambahnya lebih besar dari pada kita mengimpor langsung gula putih,”ujarnya.

Dalam perkembangan lain dari Denpasar, Wakil Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah Bali, Dewi Setyowati, mengatakan kenaikan harga gula perlu mendapatkan perhatian bersama.

“Gula terpantau mengalami peningkatan sejak Mei 2016 akibat periode masa giling tebu (produksi gula) di Pulau Jawa yang telah selesai sehingga stok gula pada tingkat  produsen cenderung menurun dan berujung pada harga tebus distributor yang ikut merangkak naik. Produksi gula pasir diperkirakan akan kembali meningkat pada awal Juni 2016 seiring dengan mulainya panen tebu,”paparnya.

Di Semarang, Kepala Disperindag Jateng Prijo Anggoro Budi Raharjo memaparkan kenaikan harga gula di beberapa wilayah di Jateng saat ini akibat berkurangnya pasokan gula dan industry makanan dan minuman.

Namun di sisi lain, Prijo tidak menampik kenaikan harga saat ini karena belum memasuki musim giling tebu, sehingga wajar harga di pasaran melonjak. Dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan operasi pasar.

Sumber Bisnis Indonesia