Selasa, 16 Oktober 2018

STATISTIK PENGUNJUNG :

Inflasi Denpasar Lebih Rendah Dari Nasional

" Inflasi Denpasar Lebih Rendah Dari Nasional "

Denpasar - Inflasi kota Denpasar, Bali, sebesar  0,34 persen pada Agustus 2015 lebih rendah dibanding tingkat nasional yang mencapai 0,39 persen pada bulan yang sama.

  "Inflasi itu dipicu oleh peningkatan harga yang ditunjukkan oleh indeks pada enam kelompok pengeluaran antara lain pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 1,71 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Panasunan Sigegar di Denpasar, Selasa.

  Ia mengatakan, selain itu juga kelompok bahan makanan meningkat 1,27 persen, kelompok kesehatan 0,73 persen, kelompok sandang 0,61 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,04 persen serta kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,03 persen.

  Sedangkan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan  mengalami penurunan indeks sebesar 0,73 persen.

  Panasunan Siregar menambahkan, indeks harga konsumen (IHK) sebesar 118,91 sehingga tingkat inflasi tahun kelender (Agustus 2015 terhadap Agustus 2014) sebesar 2,12 persen.

  Tingkat inflasi tahun ke tahun yakni Agustus 2015 terhadap  Agustus 2014 sebesar 6,72 persen. Komponen inti pada Agustus 2015 yang mengalami inflasi sebesar 0,23 persen.

  Ia menambahkan, komoditas yang mengalami peningkatan harga antara lain biaya pendidikan sekolah dasar (SD), biaya pendidikan SMP, pendidikan SMA, beras, cabai rawit dan cabai merah.

  Komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain tarif angkutan udara, angkutan antarkota, harga bawang merah, ikan jengki, daging ayam ras dan pisang.

  Dari 82 kota di Indonesia yang menjadi sasaran survei, 59 kota di antaranya mengalami inflasi dan 23 kota deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Tanjung Pinang sebesar 2,29 persen dan terendah di Probolinggo 0,02 persen.

  Deflasi tertinggi terjadi di Ambon 1,77 persen dan terendah di Singkawang sebesar 0,01 persen. "Jika diurut inflasi tertinggi, maka Denpasar menempati urutan ke-37 dari 59 kota yang mengalami inflasi," ujar Panasunan Siregar. 

Sumber : bali.antaranews.com